Minggu, 18 Desember 2011

Masalah Ekonomi Kelangkaan


Permasalahan Ekonomi Kelangkaan
Kelangkaan
Keadaan timpang antara kebutuhan manusia tidak terbatas, dihadapkan pada sarana
atau alat yang terbatas dinamakan kelangkaan (scarcity). Economy of scarcity atau ekonomi dalam kelangkaan adalah salah satu strategi pemasaran yang eksepsional. Adalah sebuah trik yang cerdik untuk menawarkan sesuatu yang eksklusif dan langka. Semua orang suka dengan barang langka. Adalah suatu kemewahan dan kebanggaan tersendiri bagi seseorang untuk memiliki barang langka. Prinsip tersebut adalah apa yang menjadi dasar economi of scarcity. Namun jangan terkecoh. Berprinsip pada kelangkaan tidak berarti bahwa barang/jasa yang ditawarkan harus benar-benar langka. Pun harganya tidak harus dipasang pada angka yang sangat tinggi. Kelangkaan bisa dibuat, baik secara nyata ataupun dalam tingkatan persepsi.
Seseorang akan memperoleh sumber daya jika ada suatu pengorbanan, bahkan terjadi dengan pengorbananpun sulit untuk memeperolehnya. Hal ini bisa disebabkan karena habis / terbatas, atau pengorbanan yang belum sesuai dengan yang disyaratkan, keadaan ini yang disebut dengan Kelangkaan. Jadi kelangkaan alat pemuas disebabkan oleh:
a. Terbatasnya persediaan sumber alam
b. Terbatasnya kemampuan manusia untuk mengolah
c. Keserakahan manusia untuk memenuhi kebutuhannya
d. Meningkatnya kebutuhan manusia yang semakin tinggi dibanding dengan kemampuan manusia untuk menghasilkan atau ditemukannya sumber-sumber baru.
Barang/jasa adalah segala sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhan atau untuk pemuas
kebutuhan manusia, atau dengan kata lain barang adalah setiap benda yang mempunyai
faedah atau guna (utility) bagi manusia.
Barang dibedakan menjadi beberapa macam, diantaranya:
1. Menurut sifatnya (Barang ekonomi dan Barang bebas)
2. Menurut fungsinya/tujuan penggunaannya (Barang konsumsi dan Barang
produksi/barang modal)
3. Menurut wujudnya (Barang konkret / nyata / material dan Barang abstrak /
immaterial)
4. Menurut sifat hubungannya (Barang substitusi dan Barang komplementer)
5. Menurut prosesnya (Barang mentah/bahan mentah, Barang setengah jadi dan Barang
jadi)
Macam-macam kegunaan barang:
1. Element Utility (guna dasar)
2. Time Utility (guna waktu)
3. Place utility (guna tempat)
4. Form Utility (guna bentuk)
5. Ownership utility (guna hak milik) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar