Jumat, 16 Desember 2011

Permasalahan Ekonomi di Negara Berkembang



PERMASALAHAN EKONOMI DI NEGARA BERKEMBANG

Negara berkembang adalah sebuah negara dengan rata-rata pendapatan yang rendah,infrastruktur yang relatif terbelakang, dan indeks perkembangan manusia yang kurangdibandingkan negara global. Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yangtentunya memiliki permasalahan ekonomi, masalah perekonomian Indonesia akhir-akhir inisemakin meningkat, dan para ahli ekonomi kita malah semakin pesimis dengan programpemulihan ekonomi indonesia (Gombloh :1998). Kondisi perekonomian global yang rapuhdengan sistem finansialnya yang tidak berfungsi baik, menempatkan negara-negaraberkembang pada posisi yang kian rentan seperti halnya negara Indonesia.Indonesia sebagai salah satu negara berkembang seharusnya lebih memperhatikan kondisi iniagar dapat bersaing dalam pasar global yang bersifat terbuka dimana semua orang bebasmelakukan kegiatan ekonomi untuk mencapai tujuannya.Permasalahan ekonomi yang sering dialami oleh negara berkembang termasuk Indonesiasalah satunya adalah :
Ø  Penduduk, pertumbuhan penduduk yang sangat besar jumlahnya menambahkerumitan masalah-masalah pembangunan yang dihadapi. Tingkat kelahiran dinegara-negara berkembang umumnya sangat tinggi yakni sekitar 35-40 setiap 1.000orang penduduk. Sedangkan di negara-negara maju kurang dari setengahnya. Begitupula tingkat kematian di negara-negara berkembang relatif tinggi dibandingkandengan di negara maju.Tingginya angka pengangguran dan kemiskinan sehingga tidak seluruh penduduk Indonesia dapat melakukan kegiatan ekonomi karena untuk berinvestasi kita harusmemiliki uang lebih sedangkan para pengangguran dan masyarakat miskin untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari pun sangat sulit.Masalah kesempatan kerja dan pengangguran yang semakin kompleks inimenyebabkan jalannya perekonomian menjadi terhambat. Menurut (Bachrawi :2004) Adapun faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya tingkat hidup di negaraberkembang diakibatkan   kurangnya penggunaan tenaga kerja yang efisien dimanamereka tergolong bekerja secara normal dengan waktu penuh tetapi tingkatproduktivitasnya rendah sehingga tidak menghasilkan output yang baik sedangkanpenduduk yang mampu dan ingin bekerja tetapi tidak tersedia lapangan pekerjaan.

Ø  Tingkat Produksi yang rendah, produksi yang rendah ini diakibatkan oleh sumber daya manusia yang kurang memadai sehingga kurang adanya inovasi dalammeningkatkan nilai tambah suatu barang guna mencapai keuntungan yang maksimal.Selain itu rendahnya tingkat produktivitas tenaga kerja bisa disebabkan karenakekurangan faktor input komplementer seperti kekurangan modal atau kurang baiknyamanajemen yang profesional (Bachrawi :2004)


Ø  Ekonomi Indonesia sangat tergantung kepada ekonomi eksternal, dalam hal inieksternal yang dimaksud yaitu siklus ekonomi Internasional, misalnya pada periode1970-an membumbungnya harga minyak dunia hal ini berakibat postif bagi Indonesiayaitu meningkatnya penerimaan dari ekspor migas sehingga meningkatkan APBNsedangkan pada periode 1982 perekonomian dunia mengalami resesi. Melemahnyaperekonomian dunia bermakna melemahnya permintaan terhadap ekspor Indonesia,yang pada gilirannya akan melemahkan kemampuan Indonesia dalam kegiatan impor (Prathama :2004).


Ø  Tingkat pendidikan, terdapatnya kegagalan-kegagalan dalam mengembangkan projek di negara-negara berkembang menimbulkan kesadaran kepada ahli-ahli ekonomibahwa kemampuan suatu masyarakat untuk merencanakan dan melaksanakanpembangunan antara lain tergantung kepada taraf pendidikan masyarakatnya(Sadono :1985).
Melihat berbagai permasalahan yang dihadapi Indonesia diharapkan perlunya upayamengatasi masalah yang ada agar negara Indonesia dapat bersaing dalam perekonomianInternasional dan bersaing dengan negara-negara maju. Adapun berbagai solusi yangdiharapkan mampu mengatasi permasalahan perekonomian Indonesia:
·         Meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM)Perlu adanya peningkatan sumber daya manusia agar     penduduk asli tidak hanyamenjadi pekerja kasar dalam mengelolola sumber daya alam yang dimiliki sehinggamereka tidak hanya menjual barang mentah melainkan mampu mengubah barang mentah menjadi barang jadi/setengah jadi agar pada akhirnya dapat meningkatkannilai jual dan mampu bersaing di pasaran sehingga tidak kalah dari produk luar.


·         Perlu adanya kebijakan dari Pemerintah yang dapat mendorong kemajuan ekonomi,misalnya dukungan dari pemerintah, dengan adanya program UKM (Usaha Kecil danMenengah) yaitu program yang dapat membantu masyarakat yang ingin berwirausahatetapi tidak memiliki modal yang cukup.


·         Mengurangi ketergantungan terhadap pihak asing agar seluruh hasil sumber dayaalam yang dikelola, keuntungannya dapat dinikmati sepenuhnya sehingga dapatmeningkatkan kesejahteraan masyarakat.


·         Menciptakan iklim investasi yang baik, apabila ada investor ingin berinvestasisebaiknya tidak dihambat dalam hal perijinan karena hal ini membuat para investor akan berfikir dua kali untuk berinvestasi.


·         Revitalisasi pembagian keuntungan  perusahaan asing terhadap indonesiaKetika perusahaan asing melakukan kerjasama terhadap Indonesia, keuntungan yangdidapatkan harus seimbang, dalam arti tidak ada yang lebih diuntungkan pada satupihak. Saat ini, perusahaan-perusahaan asing yang ada di Indonesia lebih kepadaeksploitasi pada sumber daya alam dan keuntungan yang didapat. Oleh karena itu,perlu adanya revitalisasi pembagian keuntungan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar